Live Shopping Dilarang Total di Tahun 2025?
Pernah lihat kabar di media sosial yang bilang live shopping bakal dilarang total di Indonesia?
Ada yang bilang, “Live shopping bikin UMKM mati!”
Yang lain bilang, “Pemerintah udah tegas, gak boleh jualan live-live-an lagi.”
Sampai ada yang yakin banget, “Di tahun 2025, semua live shopping bakal diblokir!”
Nah… seberapa benar sih info ini?
Beneran gak boleh lagi jualan sambil live di TikTok atau Instagram?
Apa semua kreator dan online shop harus berhenti total? Atau ini cuma berita setengah jadi yang bikin panik?
Yuk kita bahas bareng-bareng, biar gak gampang ketipu hoaks.
Apa Itu Live Shopping?

Sebelum bahas soal dilarang atau enggak, kita sepakat dulu nih soal pengertiannya.
Live shopping itu aktivitas jualan yang dilakukan secara langsung lewat video siaran langsung di platform digital — contohnya kayak TikTok Live, Shopee Live, atau Instagram Live.
Penjual biasanya sambil ngobrol, nunjukin barang, kasih diskon kilat, bahkan jawab pertanyaan langsung dari penonton.
Format ini makin populer karena bikin jualan terasa lebih personal, interaktif, dan real-time.
Banyak UMKM dan kreator konten yang naik daun berkat live shopping.
Gak heran kalau tiba-tiba muncul kabar soal “larangan total”, banyak yang langsung panik.
Awal Mula Isu Larangan

Isu ini sebenarnya bukan muncul di tahun 2025 aja.
Di tahun 2023 dan 2024, pemerintah sempat membatasi fitur TikTok Shop di Indonesia. Alasannya?
Karena platform tersebut menggabungkan media sosial dan e-commerce dalam satu aplikasi tanpa izin resmi sebagai platform dagang.
TikTok akhirnya diminta memisahkan fitur sosial dan fitur jualannya, atau menggandeng e-commerce lokal biar seimbang dengan regulasi.
Nah, dari sinilah muncul narasi-narasi “Live shopping dilarang!”, padahal yang dilarang bukan format live-nya, tapi soal mekanisme transaksinya.
Di Tahun 2025, Apakah Live Shopping Dilarang?

Jawaban singkat: Enggak. Gak ada larangan total.
Sampai pertengahan tahun 2025 ini, live shopping masih berjalan di banyak platform:
-
Shopee Live masih rame
-
TikTok Live juga jalan lagi setelah kerjasama dengan Tokopedia
-
Instagram Live jualan masih aktif
Kalau kamu scroll TikTok sekarang, pasti tetap nemu penjual yang promo baju, skincare, barang viral, bahkan jualan sambil joget.
Jadi, belum ada keputusan resmi dari pemerintah yang melarang total kegiatan live shopping.
Apa yang Sebenarnya Dibatasi?
Yang sempat dibatasi pemerintah adalah:
-
Transaksi langsung di media sosial
-
Contoh: kamu nonton TikTok, terus langsung checkout di TikTok juga tanpa keluar dari aplikasi.
-
Itu sempat dilarang karena masalah izin usaha dan perlindungan konsumen.
-
-
Dominasi platform asing terhadap UMKM lokal
-
Pemerintah takut kalau UMKM lokal kalah saing karena platform luar terlalu besar pengaruhnya.
-
Jadi dibikinlah aturan agar semua platform dagang harus punya izin dan kerja sama dengan pihak lokal.
-
Intinya, bukan live shopping yang dilarang, tapi mekanisme dan pengaturannya yang diatur ulang.
Kenapa Banyak Orang Panik?
Karena banyak yang cuma baca judul tanpa ngerti isi beritanya.
Misalnya:
Judul: “TikTok Shop Dilarang di Indonesia!”
Otomatis banyak yang mikir:
“Oh berarti live shopping juga ikut dilarang.”
Padahal isi beritanya ngomongin soal izin usaha, bukan soal format live streaming-nya.
Lagi-lagi ini masalah literasi digital — banyak yang termakan clickbait dan gak cross-check info.
Live Shopping Masih Jadi Andalan
Sampai sekarang, live shopping justru makin berkembang di 2025 ini.
Kenapa?
-
Penonton suka interaksi langsung
Nanya harga, request diskon, tanya stok, semua dijawab real-time. Lebih asyik daripada scroll marketplace. -
Penjual bisa bangun branding personal
Mereka gak cuma jualan barang, tapi juga jualan karakter, gaya bicara, bahkan hiburan. -
Konversi lebih tinggi
Banyak brand yang bilang, live shopping bikin produk mereka lebih cepat laku karena sense of urgency lebih terasa.
Makanya, meskipun aturan makin ketat, live shopping tetap dipakai dan terus berkembang — asal ikutin aturan mainnya.
Gimana Biar Tetap Aman Jualan Live?
Kalau kamu pengen jualan lewat live streaming di 2025 ini, kamu gak perlu takut. Cukup ikuti beberapa tips ini:
✅ 1. Pilih platform resmi
Gunakan fitur live yang disediakan oleh TikTok, Shopee, Tokopedia, atau Instagram. Jangan pakai jalur ilegal atau aplikasi pihak ketiga yang gak jelas.
✅ 2. Pastikan kamu jual barang asli dan legal
Pemerintah makin serius soal produk palsu dan ilegal. Hindari jual barang KW atau produk yang belum punya izin edar.
✅ 3. Buat konten yang aman dan sopan
Ingat, konten live tetap diawasi. Hindari bahasa kasar, provokasi, atau model jualan yang menipu.
✅ 4. Urus perizinan usahamu kalau skalanya sudah besar
Kalau kamu udah punya tim, penghasilan jutaan per bulan, lebih baik mulai urus legalitas supaya gak kena masalah.
Kesimpulan: Hoaks! Live Shopping Gak Dilarang Total
“Live Shopping Dilarang Total di Tahun 2025?”
Jawabannya: Salah besar.
Live shopping masih eksis. Masih rame. Masih bisa jadi sumber cuan.
Yang diatur hanyalah soal transaksi, izin usaha, dan perlindungan konsumen — bukan konten live-nya.
Kalau kamu kreator, reseller, dropshipper, atau UMKM yang jualan lewat live, kamu masih bisa lanjut. Tapi jangan asal. Pelajari aturan mainnya, upgrade strategi, dan pastikan jualan kamu jujur dan berkualitas.
baca juga : Live Shopping Cuma Buang Waktu?

